Sabtu, 05 Desember 2015

Definisi Daun Kelor



Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7-11 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.
Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina Vietnam : Chùm ngây Thailand : ma-rum Pilipina : Malunggay

Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar; percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda. Buah berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm; buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat - berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak.

Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.

Penelitian terhadap manfaat tanaman mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejak awal tahun 1980-an telah dimulai. Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jerman, di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasuk Etiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, mengingat pohon tersebut dapat menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan. Di kawasan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.

Periset dari Anna Technology University, Tamilnadu, India, C Senthil Kumar, membuktikan bahwa daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati. Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, misalnya luka usus dan luka lambung. “Bagian apa pun yang dipakai aman asal memperhatikan caranya,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Minumlah rebusan daun kelor selagi air hangat. Sebab, efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat.

Menurut Dr. Paulus Wahyudi Halim di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kelor memiliki energi dingin. Herbal seperti itu cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker.

Cara pemakaian nya dengan merebus 3 tangkai pada segelas air setelah itu minum airnya hangat hangat

Rabu, 02 Desember 2015

Manfaat Buah Kelor untuk Kesehatan

Dulu ketika saya punya pohon kelor di depan rumah banyak orang yang meminta mulai daunnya, batangnya, kulitnya bahkan sampai buahnya yang menyerupai kacang tapi lebih besar dan panjang. Bagi sebagian warga yang percaya batang kelor bisa digunakan untuk mengusir roh jahat, tapi tidak sedikit pula yang menggunakan daunnya untuk dibuat masakan sayur asam atau bening. Bahkan saya lebih menyukai buahnya yang bisa dimakan baik dengan cara direbus maupun dengan disayur asam. Ternyata buah daun kelor ini namanya kelentang dan bisa untuk kesehatan loh. Jadi selain terkenal dengan pepatahnya “ dunia ini tidak seluas daun Kelor “ ternyata buahnya juga memiliki khasiat yang luar biasa.

Seperti yang dikutip dari merdeka.com (20/02/2013 ), Salah satu sayuran sehat yang dapat Anda konsumsi sehari-hari adalah kelentang. Kelentang adalah buah kelor yang berbentuk segitiga memanjang. Sayuran ini menyediakan semua jenis manfaat gizi yang dibutuhkan tubuh dan juga menyembuhkan beragam penyakit. Berikut adalah rahasia kesehatan yang terkandung dalam kelentang, seperti dilansir Boldsky.

1. Melawan flu

Kelentang memiliki banyak kandungan vitamin C yang dapat menguatkan sistem imun. Sayur ini juga dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit, seperti asma, mengi dan masalah pernapasan lainnya.

2. Menguatkan tulang

Sayuran hijau ini kaya akan zat besi, vitamin dan kalsium. Kelentang juga dipercaya dapat menguatkan tulang dan memurnikan darah.

3. Baik untuk ibu hamil

Bahkan, wanita hamil saja bisa mendapatkan manfaat dari sayur kelentang. Sayur ini dapat menghilangkan kelesuan, muntah dan pusing. Tak sedikit pula yang mengatakan bahwa sayur kelentang dapat meringankan nyeri persalinan dan mengurangi komplikasi pasca-persalinan.

4. Mencegah infeksi

Kelentang memiliki sifat antibakteri dan bermanfaat dalam mencegah infeksi di tenggorokan, dada, dan kulit. Sayur ini juga dapat digunakan dalam mengobati infeksi jamur kulit lho.

5. Menyembuhkan penyakit perut

Sayur kelentang juga dikenal ampuh dalam menyembuhkan penyakit lambung seperti diare, disentri, sakit kuning, dan kolera.

Fakta dan Mitos Mistis Daun Kelor yang Melegenda

Dunia tak selebar daun kelor, peribahasa ini sering diungkapkan seseorang untuk menyatakan bahwa dunia ini luas. Meski kenyataannya, beberapa yang mengungkapkan tidak tahu selebar apa sebenarnya daun kelor tersebut. Untuk itu ada baiknya kita berkenalan dengan daun yang memiliki banyak manfaat dan cerita mitos yang terkandung di dalamnya.

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian pohon 711 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.

Kelor memiliki banyak manfaat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tercatat, ada lebih dari 300 penyakit yang dapat disembuhkan dari kelor, baik dari daun ataupun buahnya. Tak heran, kelor menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari yang sering digunakan sebagai sayuran dan bahan baku obat-obatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan bayi dan balita mengonsumsi daun kelor untuk masa pertumbuhan mereka. Selain itu, WHO juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa kelor berjasa sebagai penambah kesehatan murah selama 40 tahun di negara-negara termiskin di dunia.

National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 pun mengatakan, bahwa pohon kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Di samping dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, pohon kelor juga dianggap pohon sakti. Hal inilah yang memunculkan mitos bahwa daun ini bisa mengalahkan kekuatan makhluk halus.

Pengaruh mitos bahwa daun kelor bisa untuk mengalahkan makhluk halus telah merasuk begitu dalam ke benak masyarakat nusantara, tak terkecuali juga para jawara sakti yang biasa mendapat kekuatan dengan bantuan makhluk halus. Mereka ikut termakan mitos tersebut dan sangat yakin bahwa kesaktiannya akan hilang jika berhadapan dengan daun kelor.

Dengan keyakinan seperti itu, sedikit saja mereka terkena sentuhan daun kelor maka secara psikologis kekuatannya akan runtuh duluan dan akhirnya memang fisiknya juga benar-benar ikut lemas dan ambruk.

Sekarang ini, di zaman yang disebut maju, masih banyak orang yang sulit untuk melepaskan diri dari belenggu mitos kesaktian daun kelor. Di perkampungan di Nusantara, di mana orang percaya bahwa jika ada orang yang sakit dan tergeletak lama namun tidak juga meninggal, maka orang tersebut diduga memiliki kesaktian tertentu yang harus segera dilepas dari tubuhnya. Untuk membantu melepas kesaktiannya, biasanya orang tersebut disapu dengan daun kelor hingga akhirnya dapat meninggal dengan tenang. Saat jasadnya dimandikan, orang tersebut juga disapu lagi dengan daun kelor supaya bersih dari segala makhluk dan benda mistis yang masih menempel pada jasadnya.

Selain untuk mengusir, mitosnya daun kelor juga dipercaya bisa menolak kedatangan makhluk halus. Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini kadang masih bisa ditemukan ada rumah yang di atas pintu utamanya ditaruh seikat daun kelor sebagai penolak bala.

Terlepas dari mitos daun kelor, setidaknya melihat manfaatnya untuk penyembuhan penyakit membuat daun kelor memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk diperdagangkan. Setidaknya, investor Spanyol dan Tiongkok berminat untuk membeli daun kelor dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Beberapa waktu lalu, ada dua utusan dari Spanyol datang ke NTT. Mereka melihat langsung tanaman kelor di daratan Timor dan berminat untuk membeli dalam jumlah banyak," kata Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Achmad Yulianto di NTT, seperti dilansir dari Antara, Kamis (26/6).

Melihat peluang pasar bisnis daun kelor ini, tak heran Achmad Yulianto mengajak seluruh masyarakat daerah itu mengembangkan tanaman ini pada area pertanian, perkebunan ataupun lahan kosong.

Pihaknya akan membeli daun, bunga maupun biji kelor dari para petani dengan harga yang pantas. Menurut dia, daun dan buah dari tanaman kelor ini bisa juga di ekspor ke Jerman, Amerika dan juga Prancis.

Dia mengatakan, saat ini Korem 161/Wira Sakti bersama jajarannya gencar mengembangkan tanaman kelor di berbagai lokasi di provinsi kepulauan NTT.

Salah satu kabupaten yang paling menonjol saat ini adalah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebuah wilayah yang berbatasan darat dengan negara Timor Leste yang sudah menanam pohon kelor di atas lahan seluas 125 hektare.

Selasa, 17 November 2015

Manfaat Daun Kelor untuk Diabet dan Kanker

Daun kelor yang bentuknya cantik ini memang memiliki banyak khasiat untuk mengatasi penyakit. Manfaat daun kelor untuk pengobatan, salah satunya bisa dibuktikan oleh penderita sakit kuning atau lebih dikenal dengan nama liver.
Apabila orang yang terkena penyakit liver sudah bosan dengan pengobatan medis, tak ada salahnya mereka mencoba pengobatan liver dengan daun kelor. Caranya, Anda bisa mengambil daun kelor dan tumbuk hingga halus. Setelah itu, campurkan air kelapa. Sebagai pemanisnya, Anda bisa menambahkan sedikit madu. Anda hanya perlu meminumnya secara rutin supaya hasilnya segera terlihat.
Tentunya, tak hanya itu saja. Daun kelor juga bisa Anda gunakan sebagai obat rematik. Jika Anda berniat untuk menjajal manfaat daun kelor bagi tubuh yang terserang rematik, caranya cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan 3 helai daun kelor dan kapur sirih 3 sendok makan.

Setelah itu, Anda hanya diminta untuk menghaluskan daun kelor sampai benar-benar halus dan jangan lupa menambahkan kapur sirihnya. Barulah nanti Anda bisa mengoleskan ramuan yang telah Anda buat pada tubuh yang terkena serangan rematik.

1.     Manfaat Daun Kelor Untuk Diabetes

Anda juga bisa menggunakan daun kelor sebagai obat untuk diabetes. Kebanyakan orang hanya tahu penyakit diabetes akan bisa diatasi dengan memberikan insulin pada tubuh. Ternyata, pemberian insulin tersebut tak harus lewat pengobatan medis karena daun kelor juga bisa berfungsi sebagai pengganti insulin.

Manfaat daun kelor untuk diabetes bisa Anda coba dengan cara mengkonsumsi daun kelor layaknya sayuran yang biasa Anda makan. Ketika Anda mau memakan sayur daun kelor secara rutin, maka diabetes Anda pastinya akan segera teratasi. Tentunya, biaya yang dibutuhkan juga lebih murah dibanding Anda membeli insulin.

2.     Manfaat Daun Kelor Untuk Kanker

Selain itu, daun kelor dikenal pula sebagai obat anti kanker. Seperti yang Anda ketahui, penyakit ganas ini memang belum ada obatnya sampai sekarang. Obat yang biasanya diberikan oleh dokter hanya berfungsi sebagai penghambat sel-sel kanker saja.

Nah, ternyata daun kelor juga bisa Anda gunakan layaknya obat kanker tersebut karena ia kaya akan antioksidan. Manfaat daun kelor untuk kanker bisa dibuktikan dengan mengkonsumsi daun kelor secara rutin. Jika Anda mau melakukannya, daun ini juga bahkan bisa mematikan sel kanker yang ada dalam tubuh.

Terakhir, jika Anda ingin memiliki mata yang sehat, tak ada salahnya Anda menjadikan daun kelor sebagai solusi terjitunya. Ketika Anda memutuskan untuk menjajal khasiat daun kelor untuk mata, caranya sangat mudah. Anda tinggal merebus daun kelor dan gunakan airnya untuk membasuh mata Anda.

Khasiat Daun Kelor

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung:
7 x vitamin C pada jeruk 4 x calcium pada susu 4 x vitamin A pada wortel 2 x protein pada susu 3 x potasium pada pisang
Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.
Manfaat utama daun kelor adalah:
1.   Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
2.   Menyegarkan mata dan otak
3.   Meningkatkan metabolisme tubuh
4.   Meningkatkan stuktur sel tubuh
5.   Meningkatkan serum kolesterol alamiah
6.   Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit
7.   Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal
8.   Memperindah kulit
9.   Meningkatkan energi
10.                      Memudahkan pencernaan
11.                      Antioksidan
12.                      Memelihara sistem imunitas tubuh
13.                      Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
14.                      Bersifat anti-peradangan
15.                      Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
16.                      Mendukung kadar gula normal tubuh


Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan

1.     Manfaat Daun Kelor Sebagai obat Anti inflamasi.
Kelor memiliki fungsi pengobatan karena mengandung kalsium dan pospor. Kandungan mineral dan vitamin sangat tinggi dibanding sayuran lainnya. Tidak heran, media asing banyak yang menyebut kelor sebagai “miracle tree” maupun “Tree for Life”.

Dari penelitian daun kelor mampu menghambat aktifasi NFkB dan menurunkan ekspresi protein tumor.

2.     Manfaat Daun Kelor Sebagai obat penurun kolesterol jahat.
Kelebihan kolesterol mampu memacu berbagai penyakit. Tingginya kadar kolesterol dipicu pola makan yang kurang sehat dan ditambah faktor psikologis seperti stress. Hormon adrenalin dan kostisol mampu memicu produksi kolesterol dalam tubuh.

Penelitian tentang daun kelor membuktikan, bahwa efek dari ekstrak kelor mampu sebanding dengan obat atenolol dalam menurunkan kadar lemak dalam tikus. Penelitian ini masih banyak dilakukan juga terkait peran i2 sitosterol, senyawa bio aktif yang terkandung dalam daun kelor.

3.     Manfaat Daun Kelor Untuk Mencegah rasa Nyeri, Letih, Linu.
Daun kelor mengandung pterigospermin yang merangsang kulit sehingga mampu berfungsi sebagai param yang manghangatkan. Jika daun kelor dilumat dan dibalur akan mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik.

Manfaat daun kelor ini juga telah dibuktikan dengan mengatasi gizi buruk di afrika. 10 Tahun yang lalu jika kita mendengar ethiopia pasti identik dengan kelaparan. Tapi hari ini berkat daun kelor bersama dengan program PBB dan LSM mampu menuntaskan masalah kelaparan dengan media daun kelor dan pohon kelor.

4.     Manfaat Daun Kelor Untuk Mengobati Sakit Kuning.
Bahan-bahan dan cara meramunya:

Ambil 3-7 gagang daun kelor, satu sendok makan madu dan satu gelas air kelapa hijau, Kemudian cuci bersih daun kelor, tumbuk hingga halus dan tambahkan satu gelas air kelapa, setelah disaring, tambahkan satu sendok makan madu dan aduk hingga rata.
Kemudian Minumlah ramuan ini satu hari sekali hingga penyakit kuning tersebut benar-benar sembuh.

5.     Manfaat Daun Kelor Menyembuhkan Rematik.
Bahan-bahan yang dibutuhkan dan cara meraciknya:

Sediakan 2-3 gagang daun kelor dan ½ sendok makan kapur sirih. Kemudian tumbuk kedua bahan hingga halus.
Setelah itu gunakan ramuan tersebut sebagai obat oles pada bagian yang sakit.


6.     Manfaat Daun Kelor Untuk Menyembuhkan Rabun Ayam
Bahan-bahan dan cara meramunya:

Sediakan 3 gagang daun kelor, 1 gelas air matang dan madu secukupnya. Kemudian cuci bersih daun kelor, dan tumbuk hingga halus. Setelah itu seduh dengan 1 gelas air matang dan disaring, kemudian tambahkan madu, aduk-aduk hingga rata ramuan tersebut. Barulah setelah itu minum ramuan ini menjelang tidur.

Kandungan Gizi dan Manfaat

Manfaat Daun Kelor
Meski belum banyak orang yang mengenalnya secara utuh, namun khasiat yang terdapat didalamnya sudah terbukti ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Apa saja kasiat daun kelor bagi manusia? Berikut akan saya ulas mengenai manfaat daun kelor.
1.      Mengobati Sariawan
Daun kelor merupakan salah satu jenis daun yang kaya akan kandungan vitamin C. Seperti yang kita ketahui, vitamin C merupakan vitamin yan sangat ampuh dalam menangani masalah yang berkaitan dengan kesehatan mulut dan tubuh. Karena itulah, daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai obat sariawan dengan cara mengolahnya menjadi sayur untuk lauk makan.
2.      Menjaga Kesehatan Otak
Daun kelor kaya akan kandungan potasium. Menurut penelitian, potasium merupakan zat yang mampu memelihara kesehatan otak dan saraf sehingga keadaan keduanya dapat dikontrol kesehatannya. karena itulah, bagi anda yang ingin menjaga kesehatan saraf dan otak konsumsilah daun kelor entah dalam bentuk sayur atau dalam bentuk olahan makanan yang lain.
Daun kelor merupakan satu diantara banyak sayuran yang memiliki kandungan vitamin A yang tinggi. Kandungan inilah yang membuat daun kelor sangat ampuh dalam pencegahan penyakit mata. Bahkan, vitamin A dalam daun kelor juga mampu mencegah penyakit lain seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, penyakit jantung dan lain-lain.
4.      Mencegah Osteoporosis
Kelor adalah tanaman dengan daun yang memiliki banyak kalsium. Kalsium inilah yang kemudian akan membuat tulang menjadi kuat dan mencegah terjadinya keropos tulang. Bahkan penelitian menyebtkan bahwa kalsium yang terkandung dalam daun kelor jumlahnya lebih banyak dibanding kalsium yang ada pada susu. Selain sebagai penguat tulang, dinegara-negara lain seperti Afrika dan India biasa memanfaatkan daun kelor sebagai obat diabetes dan mengobati tekanan darah tinggi.
5.      Mengatasi Pegal Linu
Manfaat daun kelor yang keempat adalah sebagai obat untuk mengatasi pegal linu. Dalam daun kelor, terdapat kandungan bernama pterigospermin yang bermanfaat sebagai penghangat. Rasa hangat inilah yang kemudian akan membuat otot tubuh menjadi rileks.
Cara pengobatan pegal linu dengan daun kelor ini dapat anda lakukan dengan cara menghaluskannya kemudian membalutkannya diatas kulit bagian tubuh anda yang terasa pegal. Diamkan agar kandungan dalam daun kelor meresap. Tandanya adalah ketika anda sudah mulai merasa hangat. Jika sudah begitu, nikmati terlebih dahulu kemudian anda dapat membersihkannya setelah setengah atau satu jam setelah daun tadi bereaksi.
6.      Mengatasi Kulit Kering
Daun kelor adalah daun yang banyak mengandung vitamin B2. Vitamin B2 merupakan vitamin yang mampu menjaga kelembapan kulit. Karena itulah, orang yang kekurangan vitamin B2 kulitnya akan kering bahkan hingga pecah-pecah. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya anda mulai mencoba membiasakan diri mengkonsumsi olahan dari daun kelor secara rutin.